Sabtu, 29 Desember 2012

Bioteknologi "Tape Ketan"



BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi. Tape dibuat dari beras, beras ketan, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.
Dalam pembuatan tape setidaknya terlibat tiga kelompok mikroorganisme yaitu mikrobia perombak pati menjadi gula yang menjadikan tape pada awal fermentasi berasa manis. Mikrobia yang banyak dianggap penting dalam proses ini adalah Endomycopsis fibuliger sertaeberapa jamur dalam jumlah kecil. Adanya gula menyebabkan mikrobia yang mengunakan sumber karbon gula mampu tumbuh dan menghasilkan alkohol. Yang masuk dalam kelompok ini adalah Saccharomyces dan Cabdida yang menybabkan tape berubah menjadi alkoholik. Adanay alkohol juga memacu tumbuhnya bakteri pengoksidasi alkohol yaitu Acetobacter aceti yang mengubah alkohol menjadi asam asetat dan menyebakan rasa masam pada tape yang dihasilkan.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah kapang Amylomyces rouxiiMucor sp, dan Rhizopus sp.; khamirSaccharomycopsis fibuligeraSaccharomycopsis malangaPichia burtonii,Saccharomyces cerevisiae, dan Candida utilis; serta bakteri Pediococcus sp. danBacillus sp. Ketiga kelompok mikroorganisme tersebut bekerja sama dalam menghasilkan tape.
Mikroorganisme dari kelompok kapang akan menghasilkan enzim-enzim amilolitik yang akan memecahkan amilum pada bahan dasar menjadi gula-gula yang lebih sederhana (disakarida dan monosakarida). Proses tersebut sering dinamakan sakarifikasi (saccharification). Kemudian khamir akan merubah sebagian gula-gula sederhana tersebut menjadi alkohol. Inilah yang menyebabkan aroma alkoholis pada tape. Semakin lama tape tersebut dibuat, semakin kuat alkoholnya.

1.2. Permasalahan
Sehubungan dengan latar belakang masalah di atas, permasalahn yang dibahas dalam penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana proses fermentasi pada tape?
2. Apa kegunaan ragi dalam proses pembuatan tape ketan?
3. Ada berapa macam langkah-langkah dalam proses pembuatan tape ketan?

1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan laporan percobaan ini adalah:
1. Mendeskripsikan pengertian fermentasi makanan dan menyebutkan faktor-faktor yang mendorong terjadinya fermentasi makanan pada tape?
2. Mendeskripsikan langkah-langkah proses pembuatan tape ketan?
3. Menjelaskan tujuan fermentasi makanan?
4. Menyebutkan nama jamur yang menyebabkan fermentasi pada tape ketan!

1.4. Metode Penulisan
Karya tulis ini dibuat dengan menggunakan metode pustaka, metode percobaan dan  metode pengamatan.


1.5. Kegunaan Penulisan
Hasil karya tulis ini diharapkan dapat berguna bagi kita semua khususnya dalam proses belajar mengajar serta berguna bagi masyarakat umum. Karya tulis ini juga dapat membantu kita mengenal lebih dalam mengenai proses fermentasi dan jenis bakteri yang berperan khususnya dalam tape ketan dengan baik dan benar.



BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Fermentasi
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
Gula adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya

2.2. Teori – teori yang akan disajikan
·         Pemanfaatan Fermentasi
·         Proses penelitian pada pembuatan tape ketan
·         Kelebihan bahan makanan hasil fermentasi, dibandingkan makanan biasa yaitu mudah dicerna, dapat dimanipulasi menjadi berbagai jenis makanan

2.3. Landasan Pembahasan Penulisan

Dengan adanya fermentasi, kita dapat memanfaatkan keahlian khusus untuk menghasilkan produk dan jasa atau jasa organisme untuk mengelola bahan baku menjadi bahan yang berguna / bermanfaat misalnya dalam fermentasi pembuatan, tempe, tahu, tape dll.






BAB III
PROSES PENELITIAN

3.1. Alat dan Bahan Pembuatan Tape Singkong
a)      Alat                    :
1) Panci Kukus
2) Kompor
3) Penyaring
4) Sedok kayu
b)       Bahan              :
1) 1 kg beras ketan
2) 2 butir ragi tape, dihaluskan
3) Daun pisang untuk alas

3.1.1. Metoda Penelitian

Penelitian biologi ini menggunakan metoda:
1. Melakukan pembuktian langsung dengan cara membuat tape ketan
2. Mengumpulkan data dari sumber lain, seperti media informatika yang mendukung      hasil penelitian pada proses pembuatan tape ketan.

3.1.2. Proses Penelitian
Proses penelitian adalah dengan terjun langsung membuktikan sendiri untuk membuat tape singkong:
Step 1.

1.Siapkan semua bahan
2.Cuci beras ketan sampai benar-benar bersih, lalu rendam selama ± 1 jam
3.Siapkan air mendidih dalam panci
4.Kukus beras ketan sampai setengah matang, lalu angkat kembali
5.Kukus kembali dengan air baru yg dingin hingga matang.
6.Setelah matang, angkat lalu diamkan hingga dingin.

Step 2.

1.Setelah dingin beras ketan dicampur dengan ragi.
2.Siapkan daun pisang.
3.Lalu bungkus beras ketan yang telah dicampur ragi dengan daun pisang / masukan ke dalam kantong plastik / botol plastik 
4.Simpan di tempat yang aman selama 2- 3 hari

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar